Entah harus mulai dari mana saya memulai cerita ini, saya dan dia bertemu dari ketidak sengajaan yang berujung pertemuan. Entah sejak kapan hati ini mulai menyimpan rasa kagum pada nya, mungkin di pertemuan pertama ? Atau pertemuan kedua ? Ahh sudahla itu tidak penting pada pertemuan keberapa aku mulai mencintainya diam-diam.
Hingga saat ini pun saya masih sering bertanya-tanya akan rasa yang ada di dalam lubuk hati, apakah saya jatuh cinta ? Ataukah hanya mengagumi ? Atau mungkin hanya sekedar "suka" biasa ? Itu tidak penting, yang terpenting adalah doa yang selalu aku ucapakan pada sang Pencipta.
Terkadang saya berfikir, banyak orang di dunia ini yang mempunyai kesempatan untuk saling bertemu tapi entah mengapa kita di pertemukan pada kesempatan dan waktu yang telah Tuhan tentukan dengan segala rasa yang Tuhan ciptakan. Mungkin ini salah satu cara Tuhan untuk mempertemukan kita walau tak bisa bersama :')
Kita tak dapat memilih dengan siapa kita bertemu dan juga dengan siapa kita jatuh cinta, tapi Tuhan mempertemukan saya dan dia dengan segala macam bentuk rasa dan tanda tanya "Mengapa ?"
Awalnya kita hanya bertemu biasa tapi entah mengapa saya selalu memikirkannya, mencari segala sesuatu tentang dirinya, segala sosial media nya pun akhirnya saya temukan, tapi saya tidak mempunyai keberanian diri untuk nge"follow" akun pribadi miliknya.
Dari jauh saya selalu memandang nya, dari jauh pula saya selalu memperhatikannya, walau hanya dalam diam saya mengaguminya tapi itu sudah membuat saya bahagia, mencintai dalam diam tanpa harus banyak orang yang tau, tanpa harus Dia mengetahui.
Ketika berada di dekatnya hati ini berdebar seakan jantung ini lepas, ketika mata ini bertemu dengan matanya tersipu malu hati ini di buatnya, begitupun ketika dia menyapa seakan seluruh dunia ini berguncang dengan kuatnya.
Tapi itu hanya sesaat, karena dia hanya menggap ini biasa saja bukan hal yang luar biasa, tapi untuk saya ini hal yang sangat istimewa karena tiap detik berada di dekatnya adalah hal yang sangat saya Syukuri, hal yang sangat saya nanti-nanti.
Tapi saya hanya bisa mengagumi, mencintai dalam diam, memandang dan memperhatikan dari jarak jauh. Tak berani untuk mengungkapkan karena saya takut jikalau nanti dia mengetahui rasa ini dia malah menjauh dan menjaga jarak, dan semuanya tak lagi menjadi seperti biasa, tak lagi bisa memandangnya lama-lama.
Dan dari sini la saya mulai mengagumi dalam diam, mencintai dalam diam, dan mendoakan dalam diam, semoga esok lusa kita bisa di pertemukan kembali hingga kita bersama tak hanya dalam doa tapi juga dalam cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar